
JAKARTA – Di tengah libur panjang Idul Fitri 1446 Hijriah, sebagian perwira PT Patra Drilling Contractor (PDC) tetap bertugas di berbagai daerah operasi untuk mendukung kinerja eksplorasi dan produksi energi bagi negeri.
Anak usaha PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) yang menyediakan jasa penunjang industri energi di Indonesia ini menjadi mitra strategis banyak perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Mulai untuk bisnis operational and maintenance, transport and logistic services, dan terutama food and lodging services, yang di masa libur Idul Fitri 1446 H menurunkan hingga 1.165 tenaga kerja.
Di tengah suasana libur nasional ini, Direktur Utama Patra Drilling Contractor Faried Iskandar Dozyn menegaskan, sistem dan kinerja PDC tidak akan berbeda dengan hari-hari operasi lainnya.
“Seluruh perwira PDC akan senantiasa bekerja dan mendukung operasi customer dengan berlandaskan aspek-aspek HSSE untuk menciptakan kinerja unggul di seluruh area kerja kami,” jelasnya.
Atas komitmennya menerapkan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (Health, Safety, Security, and Environment/HSSE), PDC telah mencatatkan sejumlah prestasi apik.

Di sepanjang 2024, PDC mampu mempertahankan jam kerja selamat selama enam tahun berturut-turut, tepatnya sejak tahun 2018, hingga mencapai 37.775 juta jam kerja aman. Catatan ini masih terus berlanjut hingga tiga bulan pertama tahun 2025.
Untuk Total Recordable Incident Rate (TRIR), di akhir tahun 2024, PDC berada di angka 0, jauh di bawah batas angka yang ditetapkan yaitu 0,20.
Faried menjelaskan, pencapaian tersebut tidak lepas dari konsistensi PDC melaksanakan berbagai program unggulan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan HSSE di setiap aspek operasional. Salah satunya, pelaksanaan Mandatory HSSE Culture Training.
“Program tersebut kami laksanakan setiap bulan dihadiri seluruh manajemen dan perwira PDC, baik online maupun offline, untuk memaksimalkan lokasi dan posisi peserta yang harus mengikuti acara,” imbuhnya.
Selain Mandatory HSSE Culture Training, PDC juga menerapkan berbagai program keselamatan dan kualitas operasional, termasuk Incident Management, Risk Management, HSSE Campaign, dan Emergency Response and Crisis Management System.
Dari sisi penerapan sistem manajemen, PDC mampu mendapatkan hasil menggembirakan di full Audit SUPREME (Sustainability Pertamina Expectations for HSSE Management Excellence) dengan meraih penilaian di kategori hijau muda.
Menurut Faried, hasil ini mencerminkan bahwa seluruh proses, site phisical tour, dan implementasinya telah memenuhi syarat minimum sehingga risiko kegiatan operasional mampu dikelola secara aman (Accaptable/Fully Adequate).
“PDC akan terus meningkatkan komitmen dan upaya untuk memastikan aspek HSSE senantiasa menjadi landasan operasi dan bisnis kami dalam mendukung ketahanan energi nasional yang berkelanjutan,” tutup Faried.*