0Shares
Aji Mirni Mawarni saat menggelar serap Aspirasi Masyarakat Samarinda, Kamis (24/4/2025)

SAMARINDA – Pendidikan minimal sarjana (S1) untuk perempuan adalah sebuah tujuan yang penting dalam konteks peningkatan status dan kesempatan mereka. Sarjana memberikan dasar pengetahuan dan keterampilan yang kuat, membuka pintu untuk berbagai peluang karir dan meningkatkan partisipasi mereka dalam berbagai bidang kehidupan.

Perempuan berpendidikan Sarjana sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, perempuan dengan pendidikan sarjana cenderung memiliki keluarga yang lebih sejahtera, baik secara ekonomi maupun sosial.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komite III DPD RI yang juga anggota MPR RI Dapil Kaltim Aji Mirni Mawarni saat menggelar kegiatan serap Aspirasi Masyarakat (AsMas) di hadapan ratusan warga Kota Samarinda di Jalan Angklung Prevab Samarinda, Kamis (24/4/2025).

Selain itu, menurut perempuan berhijab ini, perempuan berpendidikan sarjana dapat meningkatkan kualitas hidup, pendidikan sarjana membantu perempuan untuk mengembangkan diri mereka sendiri, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mencapai tujuan hidup yang lebih tinggi.

“Saya selalu mengingatkan untuk putra putri Kaltim utk sekolah setinggi-tingginya. Perempuan sebaiknya menikah setelah lulus S1,” jelasnya.

Aji Mirni Mawarni Anggota DPD RI / MPR RI Dapil Kaltim

Menurutnya hal ini penting karena saat ini Indonesia sedang menyiapkan generasi emas. Di tahun 2045, tepat saat Republik Indonesia berusia 100 tahun maka bonus demografi ditunjang dengan pendidikan yang tinggi akan menciptakan generasi emas dan mampu menjawab tantangan global.

“Jika ibu berpendidikan tinggi. Insya Alloh akan tercipta anak dengan pendidikan yang baik. Ingat Warisan terbaik adalah pendidikan,” tegasnya.

Dikatakan, Kaltim kaya akan Sumber daya alam, pendapatan negara ini sepertiga dari Kaltim, bonus kekayaan alam ini harus bisa dikelola dengan baik, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kaltim melalui pendidikan yang berkualitas.

“Kaltim harus mendapatkan porsi anggaran pendidikan yang lebih besar, seperti program beasiswa PIP dan implementasi program Gratispoll yang diluncurkan Gubernur Kaltim, harus benar-benar 100 persen gratis termasuk buku, seragam transportasi kepada anak PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi,” tegasnya.*

0Shares