0Shares
Staf khusus Kasad – Brigjen TNI Joko Setyo Putro saat memantau kesiapsiagaan mengantisipasi risiko kebakaran di wilayah Kabupaten Paser

‎PASER – Kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Paser terus diperkuat. Pemerintah bersama aparat, masyarakat, dan perusahaan meningkatkan langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat meluas.

‎‎Upaya tersebut terlihat dalam peninjauan posko karhutla oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan dan Penanggulangan Karhutla di Kecamatan Paser Belengkong. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Paser Belengkong itu diisi dengan pengenalan satgas, penyampaian materi terkait bahaya kebakaran, diskusi penanganan karhutla, hingga pengecekan peralatan pemadam.

‎‎Staf khusus Kasad – Brigjen TNI Joko Setyo Putro mengatakan peningkatan kesiapsiagaan menjadi fokus pemerintah dalam mengantisipasi risiko kebakaran di wilayah Kabupaten Paser. Menurutnya, penanganan karhutla memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat hingga perusahaan.

‎‎“Peningkatan siaga kebakaran di Kabupaten Paser menjadi fokus pemerintah untuk mitigasi dan kolaborasi. Penindakan tegas diserahkan kepada penegak hukum, yakni Polres Paser beserta jajarannya. Untuk penanggulangan, ditingkatkan kembali kolaborasi bersama pemerintah, masyarakat, dan perusahaan,” ujarnya.

‎‎Dalam peninjauan tersebut, tim juga memeriksa kesiapan unsur di tingkat daerah dalam menghadapi potensi kebakaran. Selain mengecek peralatan yang tersedia, Satgas turut menyerahkan masker dan obat-obatan kepada petugas pemadam kebakaran untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

‎‎Sementara itu, PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS), anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk, memastikan tim serta sarana penanggulangan kebakaran perusahaan dalam kondisi siap digunakan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

‎‎Perwakilan Manajemen PT BIM dan PT PPS, Joko Widodo, mengatakan kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga wilayah operasional dari risiko kebakaran.

‎‎“Perusahaan memiliki tim dan sarana penanggulangan kebakaran. Dengan status siaga kebakaran seperti ini, kami sudah siap menjaga wilayah perusahaan dan parameter untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran,” katanya.

‎‎Menurutnya, kesiapan itu didukung personel serta peralatan yang dapat segera digerakkan ketika muncul potensi kebakaran. Pemantauan kondisi wilayah juga terus dilakukan dengan melibatkan aparat dan masyarakat sekitar guna memperkuat langkah pencegahan sejak dini.

‎‎Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mendeteksi dan menangani potensi kebakaran sebelum meluas. Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, perusahaan, dan masyarakat yang terus diperkuat, upaya menjaga wilayah Kabupaten Paser dari ancaman karhutla diharapkan dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan terintegrasi.*

0Shares