0Shares

TANA PASER – Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Bina Alam dan Lingkungan Bayt Al-Izzah terus berupaya mencegah perkembangan paham radikalisme di Kabupaten Paser.

Ponpes yang berlokasi di Jalan Pulau Limou, RT 07, Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, tersebut menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat kepada para santri sebagai langkah preventif terhadap penyebaran paham yang menyimpang.

Ustad Ahmad Saleh mengatakan, paham radikalisme memiliki dampak buruk yang serius terhadap kehidupan umat beragama. Menurutnya, radikalisme dapat memicu perpecahan sosial, konflik komunal, hingga mengancam ideologi negara, Pancasila.

“Kami tekankan kepada para santri bahwa paham radikalisme sangat buruk bagi keberlangsungan kehidupan umat beragama,” ujar Ustad Ahmad Saleh, Minggu (30/11/2025).

Ia menjelaskan, upaya pencegahan dilakukan melalui kegiatan pengajian rutin yang digelar setiap pekan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pendalaman ilmu agama, tetapi juga memperkuat iman dan takwa serta mempererat ukhuwah Islamiyah.

Pengajian, lanjutnya, memiliki banyak manfaat, mulai dari memberikan ketenangan jiwa dan wawasan keagamaan hingga menjadi wadah diskusi yang sehat dalam memahami ajaran agama secara benar dan damai. Selain itu, kegiatan tersebut juga berfungsi untuk memperbaiki akhlak serta memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Melalui peningkatan iman dan takwa, kita berharap dapat mencegah perkembangan paham radikalisme di Paser,” tutupnya.*

0Shares